Suku Jawa Tondano

Suku Jawa Tondano, atau disebut juga sebagai Jaton, merupakan suatu kelompok masyarakat baru yang berada di kecamatan Tondano Utara kabupaten Minahasa provinsi Sulawesi Utara di Indonesia.

suku Jawa Tondano
Wilayah pemukiman masyarakat suku Jawa Tondano berada di sebelah utara danau Tondano dan berjarak sekitar 65 km arah selatan kota Manado. Suku Jawa Tondano memiliki perkampungan yang bernama kampung Jawa Tondano.

Pada awal kehadiran masyarakat Jawa di kampung Tondano ini adalah sekelompok masyarakat Jawa yang ditangkap dan diasingkan sebagai tahanan politik oleh tentara kolonial Belanda pada tahun 1828 beserta Panglima Perang mereka ketika berlangsungnya Perang Jawa (1825-1830), dan pada tahun 1829 menyusul Kyai Modjo beserta 63 orang pengikutnya, mereka semua ditangkap dan diasingkan sebagai tahanan politik ke Minahasa Sulawesi Utara. Kyai Modjo meninggal di sana pada tahun 1848 dalam usia 84 tahun. Pengikut Kyai Modjo yang semuanya laki-laki tinggal menetap di Minahasa dan melakukan kawin mawin dengan para perempuan asli Tondano dan keturunan mereka mendiami kampung yang saat ini dikenal dengan Kampung Jawa Tondano. Selain itu juga datang ke wilayah ini tahanan politik lain yang berasal dari Sumatra, Kalimantan dan Maluku. Termasuk Pangeran Perbatasari dari Kerajaan Banjar yang ditangkap Belanda saat berada di Kutai untuk meminta bantuan perang pada tahun 1885.

Penduduk Kampung Jawa Tondano sendiri, sebenarnya bukanlah seluruhnya masyarakat dari pulau Jawa, tapi berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Sumatra (Palembang, Sumatra Utara dan Aceh), Kalimantan (suku Banjar), Maluku dan suku Arab Indonesia. Masyarakat suku Jawa Tondano adalah hasil dari percampuran etnis dengan saling kawin campur dan saling mempengaruhi dalam budaya dan kesenian di kampung Jawa Tondano. Karena mayoritas dari mereka awalnya adalah masyarakat dari pulau Jawa, oleh karena itu lah kampung mereka pun lebih dikenal dengan nama kampung Jawa Tondano. 

gadis-gadis Jawa Tondano
Masyarakat kampung Jawa Tondano, mayoritas adalah pemeluk agama Islam. Agama Islam adalah agama yang mereka bawa dari daerah asalnya. Walaupun saat ini terdapat sebagian kecil yang telah memeluk agama Kristen. Tapi agama Islam tetap menjadi agama yang kuat di kalangan masyarakat suku Jawa Tondano. Perbedaan agama di antara mereka tidak menjadi masalah buat mereka, dan mereka hidup rukun dan saling menghargai.

Sedangkan bahasa yang mereka pakai yang pada awalnya didominasi oleh bahasa Jawa, tapi secara perlahan-lahan bahasa mereka pun agak terkikis oleh bahasa Manado (Melayu Manado). Saat ini para generasi muda masyarakat kampung Jawa Tondano lebih suka berbicara dalam bahasa Manado.

penduduk kampung Jawa Tondano
Seiring perkembangan zaman, masyarakat suku Jawa Tondano pun menyebar ke luar daerah Tondano, dan mendirikan perkampungan di daerah lain. Saat ini paling banyak justru berada di wilayah Gorontalo. Dilihat dari penyebarannya sepertinya mereka lebih memilih ke wilayah Gorontalo.
Penyebaran masyarakat suku Jawa Tondano, tersebar ke beberapa wilayah lain, yaitu:
  • kampung Rejonegoro, berada di kabupaten Gorontalo provinsi Gorontalo
  • kampung Reksonegoro, berada di kecamatan Tibawa kabupaten Gorontalo provinsi Gorontalo
  • kampung Mulyonegoro, berada di kecamatan Pulubala kabupaten Gorontalo provinsi Gorontalo
  • kampung Yosonegoro, berada di kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo
  • kampung Rejonegoro, berada di kabupaten Gorontalo provinsi Gorontalo
  • kampung Salilama, berada di kecamatan Mananggu kabupaten Boalemo provinsi Gorontalo
  • kampung Kaliyoso, berada di kecamatan Bongomeme kabupaten Gorontalo provinsi Gorontalo
  • kampung Bandungredjo, berada di kecamatan Boliyohuto kabupaten Gorontalo provinsi Gorontalo
  • kampung Ikhwan, berada di kecamatan Dumoga Barat kabupaten Bolaang Mongondow provinsi Sulawesi Utara
  • kampung Bojonegoro, berada di kecamatan Maesaan kabupaten Minahasa Selatan provinsi Sulawesi Utara

referensi:

No comments:

Post a Comment