Suku Melayu Rokan Hulu

Suku Melayu Rokan Hulu, adalah suatu komunitas suku Melayu yang mendiami daerah sebelah Timur dan Tenggara kabupaten Rokan Hulu di provinsi Riau.

Suku Melayu Rokan Hulu, memiliki adat istiadat dan bahasa yang mirip dengan suku Melayu di Rokan Hilir dan suku Melayu Bengkalis.

suku Melayu Rokan Hulu
Masyarakat suku Melayu Rokan Hulu ini memiliki kedekatan sejarah masa lalu dengan etnis rumpun Batak dari daerah Padang Lawas provinsi Sumatra Utara serta orang Rao dari provinsi Sumatra Barat.  Tapi mereka telah mengalami proses Melayunisasi sejak beberapa abad yang lalu, yang tidak banyak meninggalkan jejak sejara mereka untuk ditelusuri. Pada umumnya masyarakat suku Melayu Rokan Hulu ini mengaku sebagai orang Melayu.

Bahasa Melayu Rokan Hulu ini, walaupun berbahasa Melayu, tetapi beberapa perbendaharaan kata mengandung beberapa perbendaharaan kata dari bahasa Batak. Selain itu juga terdapat beberapa perbendaharaan kata dari bahasa Minangkabau dalam bahasa Melayu Rokan Hulu ini, dikarenakan pada beberapa abad terakhir ini datangnya arus migrasi dari Minangkabau yang berbaur dengan masyarakat suku Melayu Rokan Hilir.

Suku Melayu Rokan Hulu ini secara mayoritas adalah pemeluk agama Islam. Budaya islam terlihat kental dalam tradisi adat dan budaya suku Melayu Rokan Hulu ini. Agama Islam masuk ke kalangan suku Melayu Rokan Hulu ini dibawa oleh orang-orang Melayu Riau sejak beberapa abad yang lalu.

Seorang Tokoh Pejuang pernah hadir di wilayah ini, yaitu Tuanku Tambusai, dalam Perang Padei sekitar abad ke-19. Menurut cerita bahwa Tuanku Tambusai adalah masih keturunan dari etnis batak bermarga Harahap, yang sejak leluhurnya telah menetap di wilayah Tambusai Rokan Hulu Riau. Pada masa itu daerah Rokan Hulu masih bagian integral dari wilayah Minangkabau di bawah kekuasaan Kerajaan Pagaruyung. Setelah jatuhnya Benteng Bonjol dan penangkapan terhadap Tuanku Imam Bonjol pada tahun 1837, maka perjuangan kaum Paderi dilanjutkan oleh Tuanku Tambusai. Tuanku Tambusai sebagai panglima terakhir yang masih tersisa bersama sisa laskar Paderi bertahan di benteng terakhir kaum Paderi di daerah Dalu-Dalu Rokan Hulu. Benteng ini pun akhirnya jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1838 setelah digempur selama hampir 1 tahun.
Masyarakat suku Melayu Rokan Hulu pada umumnya hidup sebagai petani. Mereka juga menanam berbagai jenis tanaman, termasuk padi di lahan sawah. Berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Selain itu kehidupan sebagai pedagang dan sebagai tenaga buruh di perkebunan.

sumber:
  • sites.google.com
  • raymond-hendra.blogspot.com
  • wikipedia
sumber lain dan foto:
  • sites.google.com

No comments:

Post a Comment